Selasa, 29 Mei 2012

transmisi gearbox

Prinsip dasar transmisi adalah bagaimana bisa digunakan untuk merubah kecepatan putaran suatu poros menjadi kecepatan yang diinginkan untuk tujuan tertentu. Gigi transmisi berfungsi untuk mengatur tingkat kecepatan dan momen (tenaga putaran) mesin sesuai dengan kondisi yang dialami sepeda motor. Transmisi pada sepeda motor terbagi menjadi; a) transmisi manual, dan b) transmisi otomatis. Komponen utama dari gigi transmisi pada sepeda motor terdiri dari susunan gigi-gigi yang berpasangan yang berbentuk dan menghasilkan perbandingan gigi-gigi tersebut terpasang. Salah satu pasangan gigi tersebut berada pada poros utama (main shaft/input shaft) dan pasangan gigi lainnya berada pada poros luar (output shaft/ counter shaft). Jumlah gigi kecepatan yang terpasang pada transmisi tergantung kepada model dan kegunaan sepeda motor yang bersangkutan. Kalau kita memasukkan gigi atau mengunci gigi, kita harus menginjak pedal pemindahnya. Tipe transmisi yang umum digunakan pada sepeda motor adalah tipe constant mesh, yaitu untuk dapat bekerjanya transmisi harus menghubungkan gigi-giginya yang berpasangan. Untuk menghubungkan gigi-gigi tersebut digunakan garu pemilih gigi/garpu persnelling (gearchange lever).


Pada saat pedal/tuas pemindah gigi ditekan (nomor 5 pada gambar), poros pemindah (21) gigi berputar. Bersamaan dengan itu lengan pemutar shift drum (6) akan mengait dan mendorong shift drum (10) hingga dapat berputar. Pada shift drum dipasang garpu pemilih gigi (11,12 dan 13) yang diberi pin (pasak). Pasak ini akan mengunci garpu pemilih pada bagian ulir cacing. Agar shift drum dapat berhenti berputar pada titik yang dikendaki, maka pada bagian lainnya (dekat dengan pemutar shift drum), dipasang sebuah roda yang dilengkapi dengan pegas (16) dan bintang penghenti putaran shift drum (6). Penghentian putaran shift drum ini berbeda untuk setiap jenis sepeda motor, tetapi prinsipnya sama.
Garpu pemilih gigi dihubungkan dengan gigi geser (sliding gear). Gigi geser ini akan bergerak ke kanan atau ke kiri mengikuti gerak garpu pemilih gigi. Setiap pergerakannya berarti mengunci gigi kecepatan yang dikehendaki dengan bagian poros tempat gigi ituberada.
Gigi geser, baik yang berada pada poros utama (main shaft) maupun yang berada pada poros pembalik (counter shaft/output shaft), tidak dapat berputar bebas pada porosnya (lihat no 4 dan 5 gambar ). Lain halnya dengan gigi kecepatan (1, 2, 3, 4, dan seterusnya), gigi-gigi ini dapat bebas berputar pada masingmasing porosnya. Jadi yang dimaksud gigi masuk adalah mengunci gigi kecepatan dengan poros tempat gigi itu berada, dan sebagai alat penguncinya adalah gigi geser.

kopling


Kopling sepeda motor

Pada rumah kopling terdapat roda gigi kopling yang biasa disebut gigi rongsel dengan jumlah gigi yang cukup banyak dan rumah kopling ini di tempatkan pada poros utama, walaupun rumah kopling ini ditempatkan pada poros utama, akan tetapi rumah kopling dapat bebas bergerak (berputar) pada poros utama tersebut.
Roda gigi kopling dihubungkan dengan roda gigi poros engkol, roda gigi poros engkol ini disebut gigi mesin atau juga disebut dengan kopling otomatis. Reduksi kedua gigi ini cukup besar yang gunanya agar mesin dapat ringan didalam menarik beban kendaraan, oleh sebab kedua roda gigi ini saling berhubungan, maka setiap mesin hidup sudah barang tentu rumah kopling akan turut berputar bersama poros engkol. Perhatikan gambar berikut ini.


Gambar berikut adalah posisi rumah kopling terdapat pada poros utama pada gigi verseneling.
Walaupun telah dipasang rumah kopling pada poros utama, belum berarti tenaga putaran dari poros engkol sudah dapat sampai pada poros utama, maka pada poros utama tersebut dipasang Hub kopling.
Untuk menyatukan antara rumah kopling dan Hub kopling, digunakan dua tipe plat kopling ini dijepit oleh piring penekan dengan bantuan pegas kopling, hal ini berarti tenaga dari poros engkol baru akan diteruskan pada poros utama.
Pada kopling otomatis tersebut biasanya banyak digunakan pada sepeda motor jenis bebek dari berbagai merek.Kopling tersebut biasa ditempatkan pada poros engkol seperti pada gambar diatas.
Sebenarnya kopling otomatis ini dilengkapi dengan duabuah kopling (double clutch), yang mana kopling pertama dapat memutuskan dan menyambungkan tenaga dari Hub kopling langsung kebagian poros engkol.
Dan kopling kedua adalah dapat memutuskan dan menyambungkan tenaga dari rumah kopling kebagian hub kopling, dengan terlebih dahulu melalui plat gesek dan plat tekan.
Kedua kopling ini dapat bekerja dengan jalan memanfaatkan gaya centrifugal yang dihasilkan oleh putaran mesin.
Hub mesin dilengkapi dengan bobot centrifugal, bobot ini sewaktu mesinya belum hidup akan ada pada posisi menutup  tertarik oleh pegas. Karena bobot centrifugal menutup, maka bagian hub kopling dapat mengunci langsung dengan poros engkol.Penguncian antara Hub dan poros engkol gunanya agar swaktu mesin akan dihidupkan atau ditendang kick staternya, tenaga dari belakang akan dapat diteruskan kebagian poros engkol.
Tetapi setelah mesinnya hidup, bobot centrifugal akan terlempar keluar, sehingga antara hub dan poros engkol dapat saling terbebas satu sama lain.
Pada saat mesin mati, kemudian kita putar bagian hub ini searah dengan putaran mesin, maka hub dan poros engkol akan terkunci. Tetapi bila kita putar tidak searah dengan putaran mesin, hub ini akan dapat bebas berputar pada poros engkol tersebut.
Carakerja kopling otomatis atau juga disebut dengan copling ganda adalah
Ketika pada saat stater dihidupkan maka dinamo starer tersebut mendorong poros engkol hingga mengakibatkan mesin hidup, sehingga kopling ganda atau centrifugal yang terdapat pada poros engkol tersebut ikut berputar yang mengakibatkan beban centrifugal tersebut terlempar dan membuka yang disebabkan oleh perputaran poros engkol yang tinggi.Dikarenakan centrifugal tersebut membuka maka centrifugal tersebut secara otomatis akan menekan pada mangkoan (rumah kopling) dari dalam sehingga